Sebagai orang yang lama belajar Bahasa Mandarin dan 5 tahun tinggal di Cina (Cina, China, Tiongkok, sama saja ya), aku rasa Bahasa Mandarin itu bukanlah bahasa yang paling sulit untuk dipelajari. Aku rasa Bahasa Mandarin dianggap sulit karena memiliki 汉子 Hanzi (dibaca: han-ze) yang sekali lihat rasanya rumit sekali untuk dipahami. Tapi tunggu, Bahasa Jepang kan juga pakai Kanji. Kanji itu dari mana sih sebenarnya? Well, kalau kita coba rajin sedikit saja untuk browsing online, maka kita akan tahu bahwa Kanji itu asalnya dari Hanzi Mandarin. Hemmmm.
Silahkan simak link-link berikut yang berkenaan dengan Kanji itu sendiri:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Kanji
- https://www.tofugu.com/japanese/kanji-history/
- https://www.japan-guide.com/e/e2046.html
- http://www.genetickanji.com/
- http://www.kanji.org/kanji/japanese/writing/outline.htm
Sehingga dengan demikian, alasan susah belajar Bahasa Mandarin karena karakter (atau biasa disebut aksara atau radikal) yang dituliskan pada Hanzi–yang sebenarnya juga dipakai oleh Jepang dengan Kanji nya–merupakan pemahaman yang sangat awam menurutku.
Itu tadi soal penggunaan aksara.
Lanjut ke mengenai nada, wih, Bahasa Mandarin susah sekali karena ada 4 nada. Tapi Bahasa apa kah yang juga memiliki nada dan lebih dari 4 nada? Seperti penjelasan pada link berikut ini:
- https://www.fluentu.com/blog/chinese/2014/02/05/how-to-learn-master-mandarin-chinese-tones/
- https://www.thoughtco.com/four-tones-of-mandarin-2279480
Benar; cai kha (Bahasa Thai, entah nada berapa :p).
Yaitu Bahasa Thailand misalnya. Bahasa Thailand itu sendiri memiliki 6 nada. Berikut link-link yang berguna soal pengantar untuk Bahasa Thailand:
- https://www.kruuweeteachthai.com/14466249/introduction-to-thai
- https://en.wikipedia.org/wiki/Thai_language
- https://blogs.transparent.com/thai/introduce-yourself-in-thai/
- https://www.justlanded.com/english/Thailand/Thailand-Guide/Language/Introduction
Balik lagi ke perbandingan dengan Bahasa Jepang, well dapat diakui Bahasa Jepang lebih mudah dari Mandarin dalam hal ini. Tapi mari kita lihat elemen bahasa lainnya.
Mengenai Grammar.
Bahasa apakah yang paling sulit soal grammar di seluruh dunia? Aku sendiri berpikiran Bahasa Arab adalah bahasa yang paling sulit sedunia. Dari kecil kita (untuk yang muslim) hanya diajarkan bagaimana belajar Baca Al-Quran, tapi kalau untuk belajar bahasa itu sesuatu yang berbeda (dari segi pengajaran, materi, pemahaman, tingkat kesukaran, atau penggunaannya).
Berikut beberapa link yang berkaitan dengan susunan Grammar Bahasa Arab, untuk mengilustrasikan seperti apa Bahasa Arab itu:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Arabic_grammar
- http://www.arabic-course.com/arabic-grammar.html
- http://www.learnarabiconline.com/arabic-grammar-introduction.shtml
- https://www.madinaharabic.com/Arabic_Language_Course/Lessons/
Sedangkan, apabila kita bandingkan dengan grammar Bahasa Jepang, mungkin beberapa link di bawah ini dapat membantu:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_grammar
- https://www.freejapaneselessons.com/lesson04.cfm
- https://www.fluentu.com/blog/japanese/learn-japanese-grammar-online-websites/
- https://www.memrise.com/course/258569/beginners-japanese-grammar-1-jlpt-n5-grammar/
Sedangkan juga, untuk Mandarin itu sesungguhnya bisa dibilang tidak se-complicated grammar rules yang dimiliki oleh Bahasa Arab dan Jepang. Yang mana mungkin link-link di bawah ini bisa menjelaskan secara lebih terstruktur:
- https://www.chineseboost.com/grammar/chinese-grammar-rules/
- https://www.fluentu.com/blog/chinese/2014/02/26/mandarin-chinese-grammar-patterns-structures/
- https://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_grammar
Sederhana nya seperti ini, Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia itu memiliki susunan Grammar yang cukup mirip.
Dalam Bahasa Indonesia kita mengenal susunan: S + P + O + K dalam suatu susunan kalimat penuh (bukan frase).
Sedangkan di dalam Bahasa Mandarin, susunannya adalah: S + K + P + O
Ini merupakan suatu keuntungan luar biasa untuk orang Indonesia ketika sedang ingin belajar Bahasa Mandarin (note ya, ini untuk belajar Bahasa Mandarin nya saja, belum soal masalah literatur, sastra, semantik, dll). Karena mungkin di Bahasa-bahasa lain, ketika sudah berbicara mengenai Grammar, hal yang terjadi adalah adanya perubahan-perubahan yang berkenaan dengan struktur Grammar itu sendiri. Terlebih apabila sudah menyangkut masalah: perbedaan penggunaan waktu (keterangan waktu), konteks kesopanan pembicaraan, penggunaan jenis kelamin dalam kata-kata tertentu.
Di dalam Bahasa Mandarin, perubahan tenses seperti Bahasa Inggris tidak terjadi. Sehingga, penggunaan Kata Kerja (dalam hal ini Predikat), itu tetap. Tinggal diterangkan saja mengenai waktu di Kata Keterangannya. Logic yang sama terjadi di Bahasa Indonesia, bukan?
Bahasa Mandarin pun bisa dibilang cukup mudah karena dalam hal penggunaan imbuhan, yang kita kenal di Bahasa Indonesia, tidak ada di Bahasa Mandarin.
Beban terbesar dari belajar Bahasa Inggris adalah menghapalkan Verbs yang tidak habis-habis itu. Kalau kita juga sadari, untuk belajar Bahasa Inggris rata-rata kita belajar sejak SD sampai SMA, dilanjut di perkuliahan, dsb. Namun, kalau mau dites, apakah dengan waktu se-lama itu, our English sounds like a native speaker? Not really, yeah?
Sehingga, itu juga menjelaskan kondisi sebenarnya Bahasa Inggris kalau disadari bukan juga merupakan bahasa yang mudah dipelajari.
Kalau dari pengalamanku pribadi, belajar Bahasa Mandarin hanya butuh waktu 2 tahun untuk bisa mendapatkan level Mandarin setara dengan HSK V.
Kembali sedikit ke susunan Grammar Mandarin, dengan susunan S K P O ini, tentu saja K nya bisa kita modifikasi semau kita. Dalam artian, dimungkinkan untuk Kata Keterangan diperpanjang sesuai dengan kondisi. Karena umumnya kata keterangan bisa berupa:
- Keterangan Waktu
- Keterangan Tempat
- Keterangan Cara
Dengan misalkan kita juga bisa memasukkan ke-3 Keterangan tersebut di dalam satu kalimat pada Bahasa Mandarin, sama seperti Bahasa Indonesia, tanpa mengubah struktur kalimat nya, misalkan:
我昨天在家自己用手吃拉面
- 我 wǒ wo saya, merupakan Subjek
- 昨天 zuótiān zwo-tien kemarin, merupakan Kata Keterangan Waktu
- 在家 zàijiā zay-jya di rumah, merupakan Kata Keterangan Tempat
- 自己 zìjǐ ze-ji sendiri, merupakan Kata Keterangan Cara
- 用手 yòng shǒu yong-syou pakai tangan, merupakan Kata Keterangan Cara
- 吃 chī che makan, merupakan Predikat
- 拉面 lāmiàn la-mien, merupakan Objek
Dan kondisi susunan Grammar yang S K P O dalam Bahasa Mandarin itu bersifat tetap, artinya tidak berubah walaupun ada sisipan atau penggunaan kondisi waktu, kesopanan, dan sebagainya.
Nah, dalam segi penggunaan vocabulary, Bahasa Mandarin juga tidak memiliki kerumitan yang terlalu banyak (dalam artian penyesuaian terhadap kondisi-kondisi penggunaan bahasa nya). Seperti dalam hal:
Kesopanan, dalam bahasa Mandarin juga sangat sedikit perubahan penggunaan kata yang berkaitan dengan kesopanan. Seperti 你 nǐ yang berubah menjadi 您 nín bila dipakai untuk ketika kita berkomunikasi dengan orang yang lebih senior dari kita.
Seperti contoh:
阿里,你昨天去哪里了?Ālǐ, nǐ zuótiān qù nǎlǐle? A-li, ni zwo-tien qu na-li le? Ali, kamu kemarin pergi ke mana?
爸爸,您昨天去哪里了?Bàba, nín zuótiān qù nǎlǐle? Baba, nin zwo-tien qu na-li le? Bapak, kemarin pergi kemana, Pak?
Atau dalam hal jenis kelamin dalam kata, itu tidak ada dalam Bahasa Mandarin, seperti mungkin yang terjadi pada bahasa-bahasa lainnya. Dalam Mandarin hanya didapati penggunaan 他 tā yang digunakan untuk orang (jenis kelamin laki-laki; atau bisa juga digunakan pada hewan berjenis kelamin laki-laki), penggunaan 她 tā yang digunakan juga untuk orang (jenis kelamin perempuan; juga pada hewan jenis kelamin perempuan), dan penggunaan 它 tā yang biasanya digunakan untuk menunjuk Subjek yang merupakan benda mati atau hewan.
Seperti contoh:
- 李老师,他是我的中文老师 Lǐ lǎoshī, tā shì wǒ de zhōngwén lǎoshī Li laow-sye, ta sye wo de jhong-wen laow-sye Mr Li, beliau adalah guru Mandarin aku
- 蔡老师,她是我的英文老师 Cài lǎoshī, tā shì wǒ de yīngwén lǎoshī Tsai laow-sye, ta sye wo de ying-wen laow-sye Ms Cai, dia adalah guru Bahasa Inggris aku
- 小白,它是我的小猫 Xiǎo bái, tā shì wǒ de xiǎo māo Ssiao bai, ta sye wo de ssiao maow Xiao Bai, dia kucing aku
Tidak begitu sulit, bukan?
Selain beberapa hal di atas, yang dibutuhkan untuk memahami Bahasa Mandarin secara utuh tidak lain dan tidak bukan adalah: mengambil kelas Mandarin secara reguler.
Tujuanku menulis artikel ini juga bukan untuk melarang atau menunjukkan seakan-akan tidak ada faedahnya belajar Bahasa Jepang, bukan seperti itu. Tapi ini semata-mata banyak dari obrolan dengan orang-orang mengenai Bahasa Mandarin itu seakan-akan sebuah momok yang mengkhawatirkan, tapi ketika ditanya ketertarikan belajar Bahasa Jepang, antusiasme nya membuncah sekali.
Namun, sebagai kesimpulan, mari kita simak artikel-artikel yang berkaitan dengan kenyataan Bahasa Mandarin dan Bahasa Jepang itu sendiri, seperti di link berikut ini:
- http://www.saporedicina.com/english/similarities-differences-chinese-japanese/
- https://blog.gaijinpot.com/japanese-korean-chinese/
- https://en.duolingo.com/comment/9727264/The-real-relationship-between-Japanese-and-Chinese
- http://www.arc-japanese-translation.com/chinese/04tidbits.html
- https://eastasiastudent.net/regional/hanzi-and-kanji/
- https://www.quora.com/How-similar-different-are-Chinese-Mandarin-Japanese-Korean-languages-dialects
Terima kasih sudah membaca artikel ini.
非常感谢 fēicháng gǎnxiè fey-chang gan-ssie