Masjid Niujie Sang Saksi Bisu

[Seri konten lawas migrasi dari blog silat-tiongkok.tumblr.com]

Bukan lama usia (1022 tahun) masjid ini yang menjadi soal. Masjid Niujie juga mencerminkan akulturasi kebudayaan antara nilai-nilai Islam yang notabenenya dari Timur Tengah di Tiongkok. Masjid-masjid di Tiongkok pada umumnya benar-benar merupakan sebuah ‘Islamic Center’, yang berarti banyak sekali kegiatan yang dilakukan di masjid, tidak terbatas pada ritual ibadah saja. Hal ini terbukti dengan banyak tersedianya ruang-ruangan yang tersebar di kompleks Masjid Niujie ini. Ada perpustakaan, ruang kantor, aula kecil, bahkan sampai bangunan kecil yang berisi tugu yang mengisahkan sejarah masjid ini, tentu saja dalam Bahasa Mandarin.

Sekilas melihat Masjid Niujie ini memang tidak jauh berbeda dari kelenteng. Apabila sama sekali tidak ada tulisan Arab atau tulisan Mandarin yang menandakan bahwa bangunan ini merupakan masjid, kompleks bangunan Masjid Niujie ini tidak ubahnya seperti kelenteng. Melihat interior masjid ini didominasi oleh warna merah, yang merupakan khas Tiongkok. dipadu dengan warna biru dan hijau di karpet masjid dan kuda-kuda bangunan masjid menambah keelokan Masjid Niujie.

Bentuk mimbar yang digunakan untuk khatib berkhutbah ketika shalat Jumat juga merupakan sesuatu yang sangat khas. Menggunakan atap kecil dan tangga, disertai ukiran-ukiran khas Tiongkok, Indahnya Masjid Niujie.

Masjid Niujie ini terletak di Kota Beijing. Selain merupakan tempat ibadah, sudah barang tentu masjid yang memiliki nilai sejarah yang tinggi ini dijadikan salah satu titik wisata favorit baik itu wisatawan muslim maupun non-muslim yang penasaran dengan keberadaan dan keindahan masjid ini.

Berikut ulasan Wikipedia mengenai Masjid Niujie ini https://en.wikipedia.org/wiki/Niujie_Mosque

11/8/14

Leave a comment