Jangan Buka Bisnis Kafe!

Kalau rekan-rekan memiliki gejala yang sama dengan apa yang sedang saya jalankan sekarang ini.

Saya sedang menjalankan usaha kafe yang tidak jauh dari rumah saya di Depok. Saya sengaja tidak menyebutkan nama kafenya, karena terus terang saya kurang puas dengan pencapaian kafe yang diminta dibikin oleh Bapak saya ini. Bukan masalah mengeluhnya, tapi sedari awal saya pribadi tidak sreg untuk membuka kafe di ruko 2 lantai yang lokasinya kurang strategis. Tapi namanya juga orang tua di Indonesia, kalau mereka mendengarkan pendapat anaknya, itu adalah suatu keajaiban, bukan? Continue reading “Jangan Buka Bisnis Kafe!”

Pernikahan Tidak Butuh Glorifikasi

Paling tidak itu yang saya alami. Babab (panggilan sayang saya terhadap istri) mungkin setuju juga dengan statement di atas. Karena kebanyakan masyarakat kita memandang segala sesuatu lebih kepada seremonial nya, tak luput mengenai pernikahan. Padahal justru segala keseruan dan tantangan terjadi selepas hari H sah nya hubungan kita dengan lawan jenis di mata Agama dan Hukum Negara.

Mungkin sebagian besar masyarakat kita melihat pernikahan adalah rentetan dari foto-foto pranikah, pemilihan lokasi pernikahan, pemilihan busana, catering, dll. Tetapi kurang memikirkan esensi dari komitmen antara 2 orang yang memiliki banyak sekali perbedaan, tetapi pada akhirnya memutuskan untuk bersama. Continue reading “Pernikahan Tidak Butuh Glorifikasi”

Coronavirus dan Kemunduran Bangsa Indonesia

Prihatin dan mengenaskan. Itu adalah 2 kata yang saya dapat katakan bukan kepada para korban yang terjangkit virus yang berasal dari kota Wuhan, Cina. Tapi 2 kata itu saya tujukan kepada mereka-mereka yang berkomentar negatif, mencela, mencaci, bahkan bersyukur ketika wabah coronavirus ini hadir di Cina. Banyak yang melontarkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang sama sekali tidak patut, apalagi mebawa-bawa dalil yang seakan-akan mereka mengerti dan memiliki kuasa untuk menimpakan dalil atas suatu kaum. Saya sebagai muslim dan sebagai orang Indonesia, merasa jijik dan malu terhadap manusia-manusia yang dengan mudahnya menuliskan kata-kata dan bersembunyi di balik rimba media sosial. Seakan kata-kata itu mudah sekali untuk dilontarkan tanpa berpikir apa konsekuensinya kedepan. Continue reading “Coronavirus dan Kemunduran Bangsa Indonesia”