ASEAN Kawasan Tumpuan

Walaupun ada insiden kesalahan penyebutan nama Presiden Prabowo disebut Jokowi, namun hal tersebut nampaknya tidak mengurangi kekhidmatan pelaksanaan KTT ASEAN ke 47 yang telah selesai dilaksanakan pada 26-28 Oktober 2025 lalu. Hanya saja, memang itu hal yang sangat ceroboh, bisa melakukan kesalahan penyebutan kepala negara. Bayangkan saja kalau yang salah disebut itu misalnya Presiden Putin atau Trump, bisa langsung di-nuklir mungkin rumah panitia acaranya.

Dari beberapa klip media sosial, Prabowo nampak sangat akrab dan sering bersama-sama dengan Dato Seri Anwar Ibrahim. Bahkan beberapa kali membopong beliau untuk menaiki/menuruni tangga. Anwar Ibrahim tentu tidak berani mengelakkan gesture hangat Presiden Prabowo yang bisa dibilang sudah menjadi hopeng beliau sejak lama. Hubungan-hubungan personal–dan kultural–seperti inilah yang paling tidak salah satu nya membuat ASEAN merupakan kawasan yang bisa dibilang menjadi tumpuan, panutan, dan acuan di masa depan.

Continue reading “ASEAN Kawasan Tumpuan”

Asta Cita dan Investasi Cina di Indonesia

Dengan adanya jargon Asta Cita atau delapan turunan misi dari visi pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo – Gibran, ada 2 poin yang kira-kira nanti erat kaitannya dengan Cina. Nah kan, Cina lagi Cina lagi. Apaan lagi nih?

Bagaimanapun, kalau kita melihat, investasi atau uang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri memang banyaknya dari Cina. Kendati peringkat pertama investasi dari luar negeri berasal dari Singapura, tapi ya kita semua tau itu bukan uang Singapura, tapi bisa jadi uang investor-investor dari negara lain, dan uang konglomerat Indonesia yang Opung Luhut lagi bersusah payah nih buat narikin uang nya dengan beberapa skema, salah satunya Family Office. Cuma, mungkin kita ga bahas soal Family Office ya. Yang lebih paham soal Family Office monggo bisa kasih clue yang lebih jelas soal hal tersebut di kolom komentar ya.

Gue sih taunya series the Family Guy.

Continue reading “Asta Cita dan Investasi Cina di Indonesia”

Cina Punya The Great Firewall, Indonesia Juga Perlu?

Tulisan ini merupakan script yang saya gunakan untuk mengisi konten di segmen Cha Guan, AsumsiCo https://www.youtube.com/@Asumsiasumsi/playlists, selamat menikmati.

Kepada hacker-hacker baik yang dari dalam maupun dari luar negeri, plis lah, jangan serang negara kita lagi dong. Kita tuh capek. Kalau bisa jangan serang ya. Terima kasih atas perhatiannya.

Kira-kira begitu ya kalau kita terjemahkan request dari pemerintah terhadap kasus peretasan beberapa waktu lalu. Yang sampai-sampai bikin proses imigrasi di bandara Soekarno Hatta, dan puluhan layanan pemerintah untuk masyarakat luas harus terganggu secara sistem. Engga main-main, yang coba diretas adalah Pusat Data Nasional Sementara 2 yang berlokasi di Surabaya.

Wah, wah, perasaan masih bisa kita ingat ya yang dulu juga heboh kasus Bjorka yang nge-hack sana-sini, sampe-sampe bikin aparat kita kewalahan.

Apa itu artinya Indonesia sudah membutuhkan yang namanya Tembok Api atau Firewall raksasa seperti yang Cina punya?

Continue reading “Cina Punya The Great Firewall, Indonesia Juga Perlu?”

Cina ke Sisi Gelap Bulan, AS Sirik Ga Terima?

Dark Side of the Moon. Apakah sama gelapnya seperti sikap mantan lu terhadap elu? Ha ha ha.

Bukan. Ga ada hubungannya Dark Side of the Moon sama mantan-mantan lu yang segambreng itu. Dark Side of the Moon atau Far Side of the Moon atau Sisi Terjauh Bulan yang selama ini belum dieksplorasi, sudah mulai dieksplorasi oleh Cina. Salah satunya dengan meluncurkan roket Long March 5 pada 3 Mei 2024 lalu, yang membawa wahana antariksa Chang E-6. Cina menjadi satu-satunya negara yang mendaratkan wahana di sana.

Chang E-6 ini punya misi untuk berada di Kutub Selatan Bulan selama 53 hari, yang kemudian akan mengambil sampel, melakukan beberapa penelitian khusus, dan kembali ke Bumi setelah misi nya selesai[1].

Ternyata, tahukah rekan-rekan sekalian, di Dark Side of the Moon itu, Cina menemukan berkas-berkas kasus korupsi yang selama ini sedang diselidiki oleh para aparat dan penegak hukum kita, ada di sana semua.

Hahaha, kalau betulan begitu, Cina udah menang banyak ya punya data sensitif. Kebetulan ada nama-nama biduan yang ikut kena sawer juga ga tuh? Becanda dikit di opening, boleh dong.

Continue reading “Cina ke Sisi Gelap Bulan, AS Sirik Ga Terima?”

Konflik Laut Cina Selatan di Depan Mata?

Pada April – Mei 2024 kemarin, tepatnya tanggal 22 April sampai 10 Mei, tentara Amerika Serikat dan  Filipina melaksanakan latihan militer yang bernama Balikatan[1]. Uniknya, nama Balikatan sendiri berarti “bahu-membahu” dalam bahasa Filipina. Pada latihan militer itu, digadang-gadang merupakan latihan militer terbesar antara AS dan Filipina yang pernah ada. Tak kurang dari 16000 tentara yang kebanyakan merupakan marinir AS dan Filipina, serta tentara Angkatan Darat AS, juga berkisar 200 tentara Australia.

Kalau begini posisinya, agak dejavu soal Perang Vietnam, di mana dulu AS mengirimkan lebih banyak tentara Angkatan Daratnya, ketimbang marinir. Tapi, ternyata, kalah kan mereka di Perang Vietnam? Apa mau mengulangi kesalahan yang sama dengan memanas-manasi LCS?

Seakan tidak ada habisnya guyur bensin ke timbunan sekam yang memang sedang membara. Itu bukan peribahasa, bukan pula pantun. Tapi, itu lah kondisi riil yang kita semua musti waspada terhadap apa yang berpotensi terjadi di pekarangan rumah kita.

Continue reading “Konflik Laut Cina Selatan di Depan Mata?”