Prihatin dan mengenaskan. Itu adalah 2 kata yang saya dapat katakan bukan kepada para korban yang terjangkit virus yang berasal dari kota Wuhan, Cina. Tapi 2 kata itu saya tujukan kepada mereka-mereka yang berkomentar negatif, mencela, mencaci, bahkan bersyukur ketika wabah coronavirus ini hadir di Cina. Banyak yang melontarkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang sama sekali tidak patut, apalagi mebawa-bawa dalil yang seakan-akan mereka mengerti dan memiliki kuasa untuk menimpakan dalil atas suatu kaum. Saya sebagai muslim dan sebagai orang Indonesia, merasa jijik dan malu terhadap manusia-manusia yang dengan mudahnya menuliskan kata-kata dan bersembunyi di balik rimba media sosial. Seakan kata-kata itu mudah sekali untuk dilontarkan tanpa berpikir apa konsekuensinya kedepan. Continue reading “Coronavirus dan Kemunduran Bangsa Indonesia”
Pengembangan Diri
Nadiem Makarim, Menteri, dan Pendidikan
Nadiem Makarim, orang banyak melihat beliau (pembahasaan nya jadi berat karena beliau sudah didapuk menjadi seorang Menteri Kabinet Jokowi Jilid II) sebelum diangkat menjadi Mendikbud Dikti sebagai seorang pribadi yang kalem, tidak banyak show ke media, dan tidak berusaha menjadi banci panggung. Dengan ketenaran dan kemonceran bisnis Gojek Group, sebenarnya mudah saja bagi Nadiem untuk bisa menjadi selebriti jadi-jadian dengan semua sumber daya yang dia miliki, tapi tidak, dia memilih untuk fokus menjalankan kegiatan utamanya sebagai seorang entrepreneur. Continue reading “Nadiem Makarim, Menteri, dan Pendidikan”
Sampai di Usia 30, Gimana Rasanya??
Sebenarnya ini pertanyaan yang cukup klise ya, menanyakan umur dari perspektif pribadi, tapi ditulis untuk konsumsi umum. Hmmmm. Ga akan ada yang tau kecuali kita sendiri gimana rasanya, kan? Namun, untuk alasan penulisan konten blog, maka saya akan coba bikin kalimat-kalimat yang panjang, memutar, dan biar terlihat intelek. Continue reading “Sampai di Usia 30, Gimana Rasanya??”
Ingin Belajar Bahasa ke Tiga? Bagusnya Bahasa Apa?
Kadang kala kita merasa bahwa diri kita sudah cukup mampu untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada di dunia ini. Terutama dalam urusan paska-kampus terutama karir, dan aktivits lainnya. Bangsa Indonesia dianugerahi dengan sedemikian banyak rezeki oleh Allah SWT atas Sumber Daya Alam, keindahan alam, dan melimpahnya Sumber Daya Manusia kita. Namun, hal-hal tersebut akan memiliki dampak yang kurang baik karena akan menimbulkan comfort zone. Betapa tidak? Negara kita tidak memiliki 4 musim, artinya secara alamiah iklim dan tantangan fisik sehari-hari kita tidak se-menantang di negara-negara 4 musim. Padi, singkong, umbi-umbian, dll bisa tumbuh dan dipanen sepanjang tahun, praktis tidak ada satu saat di mana tanaman tidak bisa tumbuh dan tidak bisa menghasilkan makanan, seperti yang terjadi di negara 4 musim. Continue reading “Ingin Belajar Bahasa ke Tiga? Bagusnya Bahasa Apa?”
Menjadi Alumni Rumah Kepemimpinan, Gimana Rasanya?
Tidak, aku bukan alumni Rumah Kepemimpinan, aku adalah alumni PPSDMS (Program Pemberdayan SDM Strategis) yang diprakarsai oleh Yayasan Nurul Fikri sejak tahun 2002. Aku mungkin tidak akan banyak bercerita secara historis apa dan siapa PPSDMS yang kemudian berganti nama menjadi Rumah Kepemimpinan. Aku akan lebih banyak cerita mengenai bagaimana rasanya menjadi alumni dari sebuah program ‘penempaan super’ yang aku jalani dalam kurun waktu 2 tahun. Oh iya, aku alumni PPSDMS angkatan 4 Regional 2 Bandung. Continue reading “Menjadi Alumni Rumah Kepemimpinan, Gimana Rasanya?”
Bagaimana Memetakan Masa Depan?
Ayoo ngaku, sekarang, apakah kamu pernah berpikir untuk menjadi Menteri di kemudian hari? Atau menjadi Presiden? Well, ga ada yang salah dengan hal tersebut. Namun, kamu juga musti paham bahwa sebenarnya apa sih yang disebut Menteri itu? Siapa sih Presiden itu? Kenapa bahas hal ini? Karena, daripada kamu berpikiran terlalu jauh mengenai masa depan, dan itu pun engga kena, coba diurutkan dulu gimana memetakan masa depan yang baik. Continue reading “Bagaimana Memetakan Masa Depan?”