Ulasan Menarik Tentang Xinjiang

[Seri konten lawas migrasi dari blog silat-tiongkok.tumblr.com]

Kadang kala kita hanya puas dengan informasi-informasi yang kita tidak mengetahui akar perkara, dan kita tidak punya kapasitas untuk menelaah soal itu, namun langsung terbuai oleh informasi yang ‘katanya’.

Artikel berikut mungkin dapat membantu pemahaman mengenai figur-figur alternatif Xinjiang. Paling tidak, biar sedikit lebih paham, dan tidak langsung ‘jump into conclusion’.

Salah satu artikel yang dimuat dalam kamar berita CNN mengenai beberapa figur yang berasal dari Xinjiang.

http://edition.cnn.com/2014/10/16/world/asia/china-xinjiang-portraits/index.html?hpt=hp_bn7

23/10/14

Rindu Jumatan di Kota Chongqing

1g

[Seri konten lawas migrasi dari blog silat-tiongkok.tumblr.com]

Sewaktu saya berkesempatan untuk menghadiri ‘Simposium dan Kongres IV Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPI Tiongkok)’, saya sempat dibawa oleh rekan-rekan di Kota Chongqing untuk bersama-sama melaksanakan shalat Jumat. Rangkaian kegiatan besar tahunan PPI Tiongkok itu berlangsung sejak 8-10 Mei 2015, salah satu harinya bertepatan dengan hari Jumat. Continue reading “Rindu Jumatan di Kota Chongqing”

Let Me Tell you Something About Model APEC China

The stories goes way back in 2013.

Salah satu ajang yang dihadiri oleh para pemuda dari perwakilan negara-negara APEC, ada satu lembaga yang berbasis di Beijing fokus pada penyelenggaraan konferensi yang bersifat mengasah keterampilan berorganisasi dalam lingkup APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation).

Otomatis selain berkuliah dengan sebaik-baiknya, banyak kegiatan yang bisa kita isi di sela-sela waktu luang kita. Mengisi waktu-waktu luang dengan kegiatan yang lebih berfaedah niscaya perlu untuk meningkatkan soft-skill yang kita miliki. Continue reading “Let Me Tell you Something About Model APEC China”

Kuliah di Tiongkok English-taught atau Chinese-taught?

Di Tiongkok emang bisa kuliah pake Bahasa Inggris?

Di Tiongkok bukannya harus pake Mandarin? Ah males ah ke Tiongkok, susah belajar Mandarin nya.

Gw kan ga ada waktu untuk persiapin Mandarin, ah, kuliah ke negara yang pake English aja deh kalo gitu.

Ah, susah ah kuliah ke Tiongkok, nanti orangnya ga ngerti Bahasa Inggris lagi.

Kalimat-kalimat itu yang mungkin akan keluar dari teman-teman yang sedang bingung untuk mencari tujuan kuliah, namun sempat terlintas untuk melanjutkan studi ke Tiongkok. Ya, di Tiongkok kita bisa menggunakan sertifikat Bahasa Inggris, baik itu TOEFL atau IELTS (untuk sementara ini 2 test-scores itu dulu yang bisa digunakan, sampai ada update selanjutnya untuk test-scores yang lain). Continue reading “Kuliah di Tiongkok English-taught atau Chinese-taught?”

Antara Bahasa Mandarin dan Bahasa Jepang

Sebagai orang yang lama belajar Bahasa Mandarin dan 5 tahun tinggal di Cina (Cina, China, Tiongkok, sama saja ya), aku rasa Bahasa Mandarin itu bukanlah bahasa yang paling sulit untuk dipelajari. Aku rasa Bahasa Mandarin dianggap sulit karena memiliki 汉子 Hanzi (dibaca: han-ze) yang sekali lihat rasanya rumit sekali untuk dipahami. Tapi tunggu, Bahasa Jepang kan juga pakai Kanji. Kanji itu dari mana sih sebenarnya? Well, kalau kita coba rajin sedikit saja untuk browsing online, maka kita akan tahu bahwa Kanji itu asalnya dari Hanzi Mandarin. Hemmmm. Continue reading “Antara Bahasa Mandarin dan Bahasa Jepang”

Tips Memilih Buku Mandarin

Dalam belajar Bahasa Mandarin, umumnya kita juga harus bisa memposisikan Bahasa Mandarin sebagai sebuah alat. Nah, untuk bisa menguasai sebuah alat, pastinya ada “manual” yang harus kita miliki dan pahami sebelum kita bisa menggunakan alat tersebut.

Bahasa Mandarin juga tidak ubahnya seperti bahasa-bahasa asing lainnya yang bukan merupakan bahasa Ibu kita. Sehingga diperlukan segenap proses pembelajaran, alokasi waktu yang konsisten, tutor/guru yang kompeten, dan lingkungan yang kondusif sehingga terjadi immersion yang membantu kita untuk bisa menyerap lebih baik lagi suatu bahasa asing yang sedang dipelajari. Continue reading “Tips Memilih Buku Mandarin”

Materi Belajar Bahasa Cina/Mandarin

Berikut dialog dalam Bahasa Mandarin yang terdiri dari beragam segmen/topik pembicaraan.

Di dalam Bahasa Mandarin, apalagi untuk percakapan, biasanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama mengenai pengucapannya. Seperti:

  1. Huruf e di pinyin Mandarin dibaca e dalam kata empat, bukan pada sate.
  2. Huruf q di pinyin Mandarin dibaca c untuk kita orang Indonesia.
  3. Sedangkan huruf c di pinyin Mandarin dibaca (t)s-; tapi bukan dibaca ‘tsa’ seperti pada pengejaan Bahasa Arab.
  4. Huruf h di pinyin Mandarin dibaca dengan sedikit kh-, seperti dalam khawatir. Jadi bukan dibaca seperti penggunaan h di harga.
  5. Huruf x di pinyin Mandarin dibaca ss-, seperti mendesis. Jadi bukan dibaca sh- seperti kebanyakan kesalahan pengucapan. X dalam pinyin Mandarin dibaca dengan pengucapan kering saja.
  6. Huruf z di pinyin Mandarin dibaca (t)z-. Jadi bukan dibaca seperti z pada zebra.
  7. Untuk penyebutan sh- pada pinyin Mandarin, dapat disebutkan dengan sy-, seperti pada syarat.
  8. Untuk penyebutan b- pada pinyin Mandarin, penyebutannya bisa menyesuaikan menjadi (p)b- ; seakan-akan ada huruf p nya sedikit sebelum kita melafalkan huruf b.
  9. Untuk penyebutan d- pada pinyin Mandarin, penyebutannya bisa menyesuaikan menjadi (t)d- ; seakan-akan ada huruf t nya sedikit sebelum kita melafalkan huruf d.
  10. Untuk penyebutan g- pada pinyin Mandarin, penyebutannya bisa menyesuaikan menjadi (k)g- ; seakan-akan ada huruf k nya sedikit sebelum kita melafalkan huruf g.

Kesalahan pelafalan pinyin yang sering kali terjadi, terutama karena kebiasaan lidah kita sebagai orang Indonesia adalah:

  1. Untuk orang-orang yang datang dari kawasan Sumut atau Timur, akan sukar membaca e seperti pada empat, tapi tetap membaca e pada sate. Padahal yang betul harusnya membaca pinyin dengan huruf e seperti di empat.
  2. Membaca huruf q seperti ‘kiu’ nya Bahasa Indonesia, atau mentok di ‘ka’, yang seharusnya dibaca c biasa saja tanpa kerumitan yang tidak perlu.
  3. Huruf c suka dibaca dengan ‘ch’, padahal itu salah. Untuk ch sudah ada di pinyin yang memang menggunakan ‘ch’ di dalamnya, seperti makan chifan 吃饭, kendaraan che 车, kasur chuang 床, dan lain sebagainya.
  4. Ketika ada huruf j pada pinyin dibaca c, ini salah dan sering sekali terjadi. Seperti jiayou, sering dibaca ‘ciayo’ harusnya ya dibacanya jiayou saja, walaupun memang ada aksen yang terdengar seperti c didepannya. Tapi di materi-materi tidak saya tambahkan c, karena nanti kebiasaan membaca j menjadi c betulan.
  5. Huruf z, karena orang Indonesia kita sering baca z menjadi j, seperti zebra dibaca JEBRA, hewan apa yang belang dan ada di kebun binatang, anak-anaaak? JEBRA BU GURUUUUU..! Nah, sehingga di atas saya jelaskan kalau z dibacanya ‘tz’, tidak murni z seperti di Bahasa Indonesia, karena nanti mentalnya jadi jet! Wkwk.
  6. Menggunakan pelafalan mentok yang biasa disimbolkan dengan apostrop (‘), ya apostrop tidak ada di pinyin, tapi di Bahasa Indonesia, Inggris dsb. Disadari atau tidak, karena di Bahasa Indonesia dominan kata memiliki akhir konsonan, maka kita terbiasa membuat mentok di ujung pengucapan. Sedangkan di Bahasa Mandarin dominan kata memiliki akhir vokal. Sehingga untuk men-switch kebiasaan memang agak susah. Sehingga kebiasaan membuat pelafalan yang mentok harus dikurangi sekuat tenaga. Karena kalau tidak, hal tersebut akan mempengaruhi nada. Pelafalan mentok itu diwajarkan ketika ada di nada 4 \ , namun apabila kita ketemu nada selain nada 4, tapi dilafalkannya mentok, ya kedengerannya akan ke nada 4 juga, which is salah dong.

 Selanjutnya, pada tulisan ini saya menggunakan 2 warna, yaitu merah dan biru untuk membantu pengucapan Bahasa Mandarin. Yang berwarna merah merupakan pinyin. Pinyin adalah transliterasi hanzi Mandarin ke dalam huruf latin. Pinyin ini akan selalu menjadi acuan baku dari pengucapan Bahasa Mandarin. Sedangkan yang berwarna biru  (saya sebut Jiandan) adalah pendekatan yang saya gunakan untuk mengajar sehingga untuk kita orang Indonesia tidak perlu lagi menebak-nebak cara membaca pinyin. Hal ini saya rasa cukup telak, karena mengajarkan pinyin berpotensi untuk kehilangan kemampuan untuk mengingat, dikarenakan butuh penyesuaian pengucapan kembali ketika membaca pinyin tadi.

Sedangkan tanda // adalah merupakan penanda penjedaan untuk ketika membaca suatu kalimat. Selain dengan melihat tanda //, untuk penjedaan bisa dari tanda-tanda baca seperti koma, titik, dan tanda tanya. Continue reading “Materi Belajar Bahasa Cina/Mandarin”

Frequently-asked Questions Mengenai Tes HSK (Tes Mandarin)

NFGH HSK xBanner

Sama seperti bahasa-bahasa lainnya, kalau kita sudah bisa berbicara, membaca, menulis, dan sebagainya, tentu saja untuk mengukur kebisaan kita atas skill bahasa yang kita miliki, kita harus bisa menempuh sebuah tes. Tidak peduli apakah kita percaya diri terhadap skill bahasa yang kita miliki, tapi kalau orang lain merasa bahwa kita tidak bisa, apa mau dikata. Apalagi kalau keperluan pengambilan tes adalah untuk hal-hal yang bersifat institusional seperti pendidikan dan pekerjaan.

Apalagi kalau berurusan dengan melanjutkan studi. Sebagai gambaran, kampus-kampus banyak mentapkan prasyarat pendaftaran pada level HSK IV sampai dengan HSK VI. Tidak jarang kampus-kampus atau sekolah-sekolah langsung meminta HSK VI yang harus dimiliki oleh siswa/pelamar sebelum mereka tiba di kampus tersebut. Tapi jangan salah, HSK ini tidak hanya diminta ketika kita ingin melanjutkan studi ke Cina/Tiongkok saja, tapi juga ke negara-negara lain. Misalkan ketika kita akan mengambil jurusan-jurusan yang berhubungan dengan Chinese studies, sudah banyak kampus di luar Cina yang meminta tes HSK juga sebagai syarat utama. Continue reading “Frequently-asked Questions Mengenai Tes HSK (Tes Mandarin)”

Frequently-asked Questions Studi ke Tiongkok/Cina (sama saja)

Sama seperti ketika kita berkeinginan untuk mengapply lanjut studi ke negara lain. Tiongkok merupakan negara yang juga menjadi destinasi studi. Jumlah mahasiswa/i Indonesia di yang mengenyam pendidikan di Tiongkok mencapai puncaknya pada tahun 2014 dimana jumlah mahasiswa mencapai 13.689 orang dari berbagai macam tingkatan, dan kategori program. Namun, jumlah ini menurut pada saat-saat ini yang diperkirakan hanya berjumlah 12 ribuan orang saja. Continue reading “Frequently-asked Questions Studi ke Tiongkok/Cina (sama saja)”