Saya bukanlah seorang alim ulama. Tidak pernah juga berpikir untuk berpikiran menjadi seorang yang dipuja dan diikuti berdasarkan pemahaman soal keislaman. Dengan latar belakang pendidikan non keagamaan, saya anggap diri saya biasa saja. Tulisan-tulisan di blog saya yang lainnya pun terkesan adalah mengenai hal-hal yang fitur (mudah dibaca) dan lebih banyak membahas soal Cina. Continue reading “Coronavirus dan Tertutupnya Peluang Dakwah”
Titik Temu Indonesia dan Tiongkok
Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwasanya kebencian berdasarkan rasial terhadap Cina dan Tionghoa di Indonesia merupakan sesuatu yang dianggap biasa. Padahal kalau dilihat kembali alasan-alasan kebencian itu umumnya berdasarkan dari postingan atau komentar-komentar miring yang kejelasan objektivikasi nya juga patut dipertanyakan. Kelihaian sebagian besar masyarakat untuk mengamini tanpa memproses informasi yang didapatkan telah menjadi akar permasalahan baik itu xenophobia secara umum maupun hal-hal lain yang terkait dengan isu. Continue reading “Titik Temu Indonesia dan Tiongkok”
Lulus Dari Luar Negeri, Stay atau Kembali ke Tanah Air?
Kalau dari pengalaman pribadi saya, saya sempat bekerja 1 tahun di Kota Tianjin, Cina. Banyak juga rekan-rekan yang merupakan lulusan luar negeri, terutama dari rekan-rekan PPI Dunia yang saya tau, memang menyempatkan untuk memperpanjang lama tinggal di luar negeri. Kondisi ini berbicara dalam konteks umum, terlepas dari ikatan beasiswa seperti LPDP dan sebagainya yang mewajibkan setiap beswan untuk kembali ke Indonesia segera setelah menyelesaikan perkuliahannya di luar negeri. Tapi kalau saran saya pribadi, memang lebih baik bagaimana pun caranya, setelah lulus, cobalah untuk merangsek memasuki bursa kerja di tempat kita mengenyam pendidikan. Continue reading “Lulus Dari Luar Negeri, Stay atau Kembali ke Tanah Air?”
Tips dan Trik Mengimbangi Kecanduan Game Online
Menurut saya, yang terjadi adalah bukan kecanduan terhadap game online atau bermain gadget tanpa henti. Yang terjadi adalah kecanduan akan hidup yang tidak produktif. Untuk mengimbangi atau menghilangkannya, otomatis yang perlu dilakukan adalah dengan mencari antitesa nya, yaitu melakukan hal-hal yang produktif. Bukan hanya sekedar terlihat sibuk dan tidak punya waktu, tapi benar-benar melakukan sesuatu yang memiliki manfaat untuk jangka pendek maupun jangka panjang nanti. Continue reading “Tips dan Trik Mengimbangi Kecanduan Game Online”
Apa Penting Lanjut Kuliah S2? Apa Harus Lanjut ke Luar Negeri?
Jawabannya iya dan engga juga.
Melanjutkan kuliah ke tingkat pascasarjana S2 sebegitu pentingnya mengingat:
- Tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan S1 di Indonesia sudah sedemikian banyaknya.
- Banyak permasalahan yang berkenaan dengan dunia akademis maupun non-akademis tidak dapat diselesaikan dengan kapasitas pendidikan S1.
- Permintaan untuk pegawai dengan kapasitas S2 sudah semakin banyak
- Untuk level managerial, lulusan S2 lebih diminati untuk mengisi pos-pos manajemen yang lebih tinggi
- Banyak peluang dan kesempatan yang akan datang ketika kita memiliki latar belakang S2.
Continue reading “Apa Penting Lanjut Kuliah S2? Apa Harus Lanjut ke Luar Negeri?”
Bingung Memilih Jurusan Untuk S1?
Sebetulnya tidak ada yang perlu dirisaukan soal yang satu ini. Karena setiap orang yang pernah mengenyam pendidikan S1 pasti awalnya merasa gusar, gelisah, dan berpikir yang aneh-aneh tentang masa depan yang entah seperti apa bentuknya. Mungkin, kalau diadakan survey, 90% masyarakat Indonesia kurang ‘firm’ terhadap jurusan yang dulunya dia pelajari di S1. Tapi semua itu otomatis berubah ketika kita sudah masuk ke dunia perkuliahan, menyusun skripsi, lulus, dan mengambil kegiatan paska-kampus yang sesuai dengan jurusan tersebut. Continue reading “Bingung Memilih Jurusan Untuk S1?”
Jangan Buka Bisnis Kafe!
Kalau rekan-rekan memiliki gejala yang sama dengan apa yang sedang saya jalankan sekarang ini.
Saya sedang menjalankan usaha kafe yang tidak jauh dari rumah saya di Depok. Saya sengaja tidak menyebutkan nama kafenya, karena terus terang saya kurang puas dengan pencapaian kafe yang diminta dibikin oleh Bapak saya ini. Bukan masalah mengeluhnya, tapi sedari awal saya pribadi tidak sreg untuk membuka kafe di ruko 2 lantai yang lokasinya kurang strategis. Tapi namanya juga orang tua di Indonesia, kalau mereka mendengarkan pendapat anaknya, itu adalah suatu keajaiban, bukan? Continue reading “Jangan Buka Bisnis Kafe!”
Pernikahan Tidak Butuh Glorifikasi
Paling tidak itu yang saya alami. Babab (panggilan sayang saya terhadap istri) mungkin setuju juga dengan statement di atas. Karena kebanyakan masyarakat kita memandang segala sesuatu lebih kepada seremonial nya, tak luput mengenai pernikahan. Padahal justru segala keseruan dan tantangan terjadi selepas hari H sah nya hubungan kita dengan lawan jenis di mata Agama dan Hukum Negara.
Mungkin sebagian besar masyarakat kita melihat pernikahan adalah rentetan dari foto-foto pranikah, pemilihan lokasi pernikahan, pemilihan busana, catering, dll. Tetapi kurang memikirkan esensi dari komitmen antara 2 orang yang memiliki banyak sekali perbedaan, tetapi pada akhirnya memutuskan untuk bersama. Continue reading “Pernikahan Tidak Butuh Glorifikasi”
Coronavirus dan Kemunduran Bangsa Indonesia
Prihatin dan mengenaskan. Itu adalah 2 kata yang saya dapat katakan bukan kepada para korban yang terjangkit virus yang berasal dari kota Wuhan, Cina. Tapi 2 kata itu saya tujukan kepada mereka-mereka yang berkomentar negatif, mencela, mencaci, bahkan bersyukur ketika wabah coronavirus ini hadir di Cina. Banyak yang melontarkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang sama sekali tidak patut, apalagi mebawa-bawa dalil yang seakan-akan mereka mengerti dan memiliki kuasa untuk menimpakan dalil atas suatu kaum. Saya sebagai muslim dan sebagai orang Indonesia, merasa jijik dan malu terhadap manusia-manusia yang dengan mudahnya menuliskan kata-kata dan bersembunyi di balik rimba media sosial. Seakan kata-kata itu mudah sekali untuk dilontarkan tanpa berpikir apa konsekuensinya kedepan. Continue reading “Coronavirus dan Kemunduran Bangsa Indonesia”
Nadiem Makarim, Menteri, dan Pendidikan
Nadiem Makarim, orang banyak melihat beliau (pembahasaan nya jadi berat karena beliau sudah didapuk menjadi seorang Menteri Kabinet Jokowi Jilid II) sebelum diangkat menjadi Mendikbud Dikti sebagai seorang pribadi yang kalem, tidak banyak show ke media, dan tidak berusaha menjadi banci panggung. Dengan ketenaran dan kemonceran bisnis Gojek Group, sebenarnya mudah saja bagi Nadiem untuk bisa menjadi selebriti jadi-jadian dengan semua sumber daya yang dia miliki, tapi tidak, dia memilih untuk fokus menjalankan kegiatan utamanya sebagai seorang entrepreneur. Continue reading “Nadiem Makarim, Menteri, dan Pendidikan”