Berdamai dengan Perkembangan Zaman

Kemarin saya sempat berdiskusi dengan kawan yang juga merupakan alumni PPI Dunia. Lalu, setelah saya tutup Whatsapp call-nya, saya jadi tersadar, sepertinya bagus kalau isi obrolan kami ditulis di blog.

Kawan saya itu lucu, tiba-tiba WA dengan ada tautan tangkapan layar, yang kira-kira isinya beliau diminta untuk memberikan materi di hadapan entah itu mahasiswa atau publik umum, tapi yang jelas arah pembahasannya lebih mengarah kepada bagaimana menghadapi kawan-kawan Gen Z yang pasif dan kurang aktif.

Awalnya saya nyinyir ke kawan saya itu, lah, itu kan Mas nya yang diminta isi materi. Ya kalau saya yang diminta isi materi, saya sudah coba browsing-browsing dan cari-cari materi, kan. Tapi, ya nampaknya kawan saya ini tidak punya banyak waktu untuk melakukan scrapping materi yang dibutuhkan, dan lebih memilih layaknya kuis ‘Who Wants to be a Millionaire’ dengan memilih opsi Call a Friend.

Sekonyong, pembahasan saya mengarah ke bagaimana ada 2 kondisi yang dihadapi, dan itu akan sangat bergantung pada cara mengintervensi nya nanti. Ketika kita sudah bisa mengidentifikasi atau mengkategorisasikan situasi, baru lah saya pikir kita bisa berpikir jernih apa yang harus kita lakukan—seperti pada umumnya menghadapi masalah-masalah lain, tidak hanya perkara Gen Z ini.

Kondisi pertama, tentu sesuai dengan request kawan saya itu. Bahwa bagaimana memberikan materi terhadap audiens Gen Z yang dianggap pasif, kurang bersemangat, tidak aktif dalam memberikan respon di berbagai macam setting. Apakah itu di kelas atau dalam konteks organisasi, mengerjakan tugas kelompok, dan lain sebagainya.

Saya kira tidak demikian, jawab saya.

Maksudnya?

Continue reading “Berdamai dengan Perkembangan Zaman”

Cina Punya The Great Firewall, Indonesia Juga Perlu?

Tulisan ini merupakan script yang saya gunakan untuk mengisi konten di segmen Cha Guan, AsumsiCo https://www.youtube.com/@Asumsiasumsi/playlists, selamat menikmati.

Kepada hacker-hacker baik yang dari dalam maupun dari luar negeri, plis lah, jangan serang negara kita lagi dong. Kita tuh capek. Kalau bisa jangan serang ya. Terima kasih atas perhatiannya.

Kira-kira begitu ya kalau kita terjemahkan request dari pemerintah terhadap kasus peretasan beberapa waktu lalu. Yang sampai-sampai bikin proses imigrasi di bandara Soekarno Hatta, dan puluhan layanan pemerintah untuk masyarakat luas harus terganggu secara sistem. Engga main-main, yang coba diretas adalah Pusat Data Nasional Sementara 2 yang berlokasi di Surabaya.

Wah, wah, perasaan masih bisa kita ingat ya yang dulu juga heboh kasus Bjorka yang nge-hack sana-sini, sampe-sampe bikin aparat kita kewalahan.

Apa itu artinya Indonesia sudah membutuhkan yang namanya Tembok Api atau Firewall raksasa seperti yang Cina punya?

Continue reading “Cina Punya The Great Firewall, Indonesia Juga Perlu?”

Dunia Startup di Cina

Sejarah startup di Cina

    Konsep startup adalah salah satu yang telah berkembang dari waktu ke waktu, namun prinsip intinya tetap sama: menemukan peluang, mengambil risiko, dan menginvestasikan sumber daya untuk menciptakan sesuatu yang baru. Meskipun istilah startup sendiri tidak muncul dalam Bahasa Inggris hingga akhir tahun 1970-an. Bentuk paling awal dari sebuah startup adalah bisnis kecil dan lazim pada awal-awal masa di Amerika Serikat. Bisnis kecil sangat penting untuk pertumbuhan negara, karena menyediakan barang dan jasa yang tidak dapat dilakukan oleh perusahaan besar. Salah satu contoh awal startup adalah bisnis percetakan yang dimiliki oleh Benjamin Franklins. Ia seorang pengusaha dan melihat peluang menghasilkan uang dengan mencetak buku, pamphlet, dan surat kabar. Saat kini, startup lebih sering diasosiasikan dengan bisnis berbasis teknologi yang menawarkan produk dan layanan inovatif, dengan tetap dengan prinsip dasar yang berlaku (Faster Capital, 2022). Menurut Martin (2016) terdapat empat gelombang perkembangan startup di Cina:

    Gelombang Pertama

    Startup pertama di Cina diawali pada tahun 1980-an dengan pengusaha yang tidak berpindidikan (hanya memiliki sedikit pendidikan formal) yang memulai bisnis mereka sendiri. CEO Haier Group, Zhang Ruimin tidak berkuliah semenjak Revolusi Budaya yang menutup banyak institusi pendidikan. Menyadari bahwa kualitas barang yang buruk menghambat pertumbuhan perusahaan, dia menunjukkan komitmennya terhadap produk berkualitas tinggi melalui penghancuran 76 kulkas yang rusak pada tahun 1984. Melalui pembentukan Qingdao Haier Group pada tahun 1991 dan reorganisasi sumber daya manusia menjadi 2.000 tim, Haier kini memiliki pangsa terbesar untuk white goods (barang elektronik: kulkas, mesin cuci, dll) dengan pendapatan $32,8 miliar pada tahun 2004.

    Pendiri Ren Zhengfei pensiun dari tantara (People’s Liberation Army) sebelum mendirikan Huawei di Shenzen. Ren terus menanamkan vitalitas, membangun struktur yang baik dalam perusahaannya. Ia juga tidak mementingkan diri sendiri dan hanya memiliki 1,4% saham perusahaan. Dan saat ini Huawei adalah eksportir swasta terbesar Cina dengan dua pertiga dari pendapatannya sebesar $39 miliar dari luar negeri. 

    Continue reading “Dunia Startup di Cina”

    Pendidikan di Cina

    Tulisan ini merupakan script yang saya gunakan untuk mengisi konten di segmen Cha Guan, AsumsiCo https://www.youtube.com/@Asumsiasumsi/playlists, selamat menikmati.

    Betul sekali, di negara sekuler sempurna seperti Cina, pendidikan agama tidak diajarkan. Begitu pula dengan Bahasa Inggris yang sangat sedikit sekali pembebanan di kurikulum sekolahnya. Jadi, buat yang sudah memiliki asumsi bahwa orang-orang di Cina itu nir akhlaq dan Bahasa Inggris nya jelek banget, anda engga salah, karena dari sistem pendidikan di Cina memang seperti itu.

    Namun, bukan berarti baik itu ilmu agama atau Bahasa Inggris tidak bisa diakses oleh pelajar di Cina. Bisa dibilang, karena agama adalah ranah privat, di banyak negara, maka hal-hal yang berbau pendidikan agama umumnya diajarkan oleh orang tua masing-masing, di rumah, atau di komunitas tempat peribadatan. Bagi yang muslim, untuk kami yang berkesempatan stay lama di Cina, kami tau bahwa program-program seperti yang dikenal dengan mengaji, membaca Al Quran dan sebagainya, itu ada di masjid-masjid di sana. Untuk agama lain, gue kurang bisa menjelaskan, mohon maap! Continue reading “Pendidikan di Cina”

    Contoh Frase Mandarin HSK II

    Yang berwarna merah adalah pinyin, transliterasi dari Hanzi ke alfabet latin. Yang berwarna biru adalah jiandan, metode temuan sendiri untuk orang Indonesia supaya lebih mudah dalam membaca pinyin. Pinyin adalah aturan baku, yang berlaku secara internasional. Sedangkan jiandan hanya bisa dibaca oleh orang Indonesia saja, karena dirancang menyerupai pengucapan asli yang lebih ramah dan mudah. 🙂

    Untuk referensi vocab/kosakata HSK II bisa dilihat via website https://www.hsk.academy/en/hsk_2. Enaknya di website HSK Academy ini, kita bisa klik Hanzi nya untuk tau pengucapan via audio secara benar. Jadi ga perlu khawatir gimana cara pengucapannya ya.

    Untuk frase sendiri, walaupun robotik, tapi kita bisa copas ke Google Translate dan bisa tau bagaimana cara pengucapannya kalau sudah berbentuk susunan kata.

    Di dalam artikel ini ada tanda penggalan // seperti ini, memudahkan untuk pembagian intonasi dan penjedaan nafas. Untuk tanda garis ini – mengartikan bacaan dibaca cepat. 🙂

    1. 在外面踢足球

    Zài wàimiàn tī zúqiú

    (t)zay way-mien // ti (t)zu-ciu

    Bermain bola di luar (ruangan)

    1. 红色的西瓜很好吃

    Hóngsè de xīguā hěn hào chī

    Hong-se (t)de // ssi-(k)gwa // hen haow che

    Semangka merah rasanya enak

    1. 姐姐给男朋友送羊肉

    Jiějiě gěi nán péngyǒu sòng yángròu

    Jye-jye // (k)gey nan peng-youw // song yang-rouw

    Kakak kasih pacarnya daging kambing Continue reading “Contoh Frase Mandarin HSK II”

    Contoh Frase Mandarin HSK I

    Yang berwarna merah adalah pinyin, transliterasi dari Hanzi ke alfabet latin. Yang berwarna biru adalah jiandan, metode temuan sendiri untuk orang Indonesia supaya lebih mudah dalam membaca pinyin. Pinyin adalah aturan baku, yang berlaku secara internasional. Sedangkan jiandan hanya bisa dibaca oleh orang Indonesia saja, karena dirancang menyerupai pengucapan asli yang lebih ramah dan mudah. 🙂

    Untuk referensi vocab/kosakata HSK I bisa dilihat via website https://www.hsk.academy/en/hsk_1. Enaknya di website HSK Academy ini, kita bisa klik Hanzi nya untuk tau pengucapan via audio secara benar. Jadi ga perlu khawatir gimana cara pengucapannya ya.

    Untuk frase sendiri, walaupun robotik, tapi kita bisa copas ke Google Translate dan bisa tau bagaimana cara pengucapannya kalau sudah berbentuk susunan kata.

    Di dalam artikel ini ada tanda penggalan // seperti ini, memudahkan untuk pembagian intonasi dan penjedaan nafas. Untuk tanda garis ini – mengartikan bacaan dibaca cepat. 🙂

    1. 他买了很多东西

    Tā mǎile hěnduō dōngxi

    Ta // may-le // hen-(t)dwo (t)dong-ssi

    Dia membeli banyak barang

    1. 我喜欢中国

    Wǒ xǐhuan zhōngguó

    Wo // ssi-hwan // jhong-(k)gwo

    Saya suka Negara Tiongkok

    1. 我是学生

    Wǒ shì xuéshēng

    Wo sye // ssue-syeng

    Saya adalah seorang pelajar Continue reading “Contoh Frase Mandarin HSK I”

    Ingin Belajar Bahasa ke Tiga? Bagusnya Bahasa Apa?

    Kadang kala kita merasa bahwa diri kita sudah cukup mampu untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada di dunia ini. Terutama dalam urusan paska-kampus terutama karir, dan aktivits lainnya. Bangsa Indonesia dianugerahi dengan sedemikian banyak rezeki oleh Allah SWT atas Sumber Daya Alam, keindahan alam, dan melimpahnya Sumber Daya Manusia kita. Namun, hal-hal tersebut akan memiliki dampak yang kurang baik karena akan menimbulkan comfort zone. Betapa tidak? Negara kita tidak memiliki 4 musim, artinya secara alamiah iklim dan tantangan fisik sehari-hari kita tidak se-menantang di negara-negara 4 musim. Padi, singkong, umbi-umbian, dll bisa tumbuh dan dipanen sepanjang tahun, praktis tidak ada satu saat di mana tanaman tidak bisa tumbuh dan tidak bisa menghasilkan makanan, seperti yang terjadi di negara 4 musim. Continue reading “Ingin Belajar Bahasa ke Tiga? Bagusnya Bahasa Apa?”